APA POTENSIMU


YUK KEPOIN, APA POTENSI YANG ADA DI DIRI KALIAN!
( Ada Ilmu dari Kolom Asyatidz Mishbi, Bu wirdah Diniyah )
Oleh: Reporter Mishbi, Sulistia siti hanifah.


Banyak orang bertanya-tanya, apa sih potensi saya? Bakat saya dibidang apa yah? Atau bahkan banyak manusia yang terlalu sibuk merhatiin kelebihan orang lain, prestasi orang lain, sampai lupa bersyukur dan mengoreksi diri sendiri. Ujung-ujungnya malah jadi manusia yang julid, ngomongin kelebihan orang lain tapi diselingi perasaan iri. Hayoooh…ngaku siapa yang masih kaya gitu??

Dari pada sibuk iri dengan kehidupan orang lain. Kita sibukkan diri mengoreksi juga mencari tahu, apa sih potensi saya yang sebenarnya? Dibidang apa sih keunggulan saya?. Potensi ini beragam, bukan hanya dimiliki oleh mereka yang punya Intelegensi Question (IQ) yang tinggi saja loh. Karena hakikatnya manusia diciptakan Allah sama, hanya saja potensi yang mereka kembangkan berbeda.

Intelegensi adalah salah satu bagian yang mesti dan semua manusia miliki. Tidak ada manusia yang terlahir tanpa intelegensi. Terlepas dari tinggi rendahnya IQ seseorang. Karena intelegensi ini memiliki kemampuan yang beragam tidak melulu tentang prestasi disekolah, juga bukan dia yang selalu rangking satu.

Intelegensi secara umum memiliki pengertian sebagai kemampuan manusia dalam berbagai bidang, baik pada kehidupan social, berdagang, pemecahan masalah, dsb. Salah satu tokoh yang mengembangkan tentang ragam kemampuan manusia adalah Howard Gardner. Dia adalah seorang ahli psikologi perkembangan dari Harvard, pada tahun 1983. Teori tersebut menyatakan bahwa manusia memiliki beberapa jenis “kecerdasan”. Teorinya dikenal sebagai Multiple Intelegence ( Kecerdasan Majemuk).
Gardner menyatakan bahwa kecerdasan merupakan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang memiliki nilai pada minimal satu budaya. Kecerdasan yang dijelaskan Gardner yaitu:

1. Verbal-linguistik, Berkaitan dengan kata-kata, lisan atau tertulis. Orang-orang yang ahli dalam area ini umumnya bagus dalam menulis, orasi dan cenderung belajar dari metode ceramah. Mereka juga cenderung memiliki kosa kata yang luas serta belajar bahasa dengan mudah.

2. Logis-matematis, Berkaitan dengan angka dan logika. Mereka yang cenderung memiliki kecerdasan ini umumnya unggul dalam matematika dan pemrograman komputer. Karir kemungkinan melibatkan sains dan pemrograman komputer.

3. Visual-spasial, Berkaitan dengan gambar dan ruang. Orang-orang pada kelompok ini umumnya memiliki koordinasi penglihatan yang tinggi, dapat menafsirkan seni dengan baik. Orang-orang seperti ini biasanya artis, pekerja tangan dan insinyur.

4. Kinestetik-jasmani, Berkaitan dengan koordinasi otot, gerakan dan melakukan sesuatu. Pada kategori ini, umumnya orang yang mahir dalam olah raga dan tari, bekerja lebih baik ketika bergerak. Sebagai tambahan, mereka belajar lebih baik dengan melakukan sesuatu dan berinteraksi secara fisik. Kebanyakan penari, pesenam dan atlet berada pada kategori ini.

5. Musikal, Berkaitan dengan pendengaran. Mereka yang baik dalam kecerdasan ini cenderung menyanyi dan memiliki pola titinada yang lebih baik, serta lebih menyukai musik.

6. Interpersonal, Berkaitan dengan interaksi dengan yang lain. Orang-orang yang termasuk kategori ini biasanya ekstrovert dan baik dengan orang-orang. Mereka bisa bersifat karismatik, meyakinkan dan diplomatis. Mereka cenderung belajar lebih baik dalam kelompok, misalnya dalam diskusi.

7. Intrapersonal, Berkaitan dengan diri sendiri. Orang-orang yang termasuk kategori ini seringkali introvert dan memiliki filosofi yang sangat rumit. Mereka seringkali berakhir dalam karir keagamaan atau psikologi dan suka menyendiri.

8. Naturalis, Berkaitan dengan alam. Orang-orang pada kategori ini tidak hanya baik dengan kehidupan tapi juga dengan berbagai fungsi dan mekanisme di belakangnya; bahkan kebanyakan orang dalam kategori ini mengklaim merasakan kekuatan kehidupan dan energi. Pada area ini biasanya ahli biologi atau lingkungan.
Kecerdasan lain diajukan, seperti ”kecerdasan spiritual” yang berfokus pada sisi keagamaan seseorang seperti pendeta, ulama, biksu, dsb.


Dari uraian beberapa macam kecerdasan yang dipaparkan Gardner, apakah teman-teman semua menemukan titik terang, tentang potensi teman-teman kira-kira ada dibagian yang mana? Yuk resapi diri lebih dalam lagi…dari delapan poin itu, bidang mana yang lebih mengungguli diri kalian? Apa yang membuat kalian selalu nyaman dan senang? Karena potensi berawal dari hal yang kalin senangi loh…

Kemudian ada yang nanya, bisa gak sih satu manusia tapi mememiliki lebih dari satu bahkan semua kecerdasan diatas? Jawabannya, YES!! Sangat memungkinkan, hanya saja tetap hanya beberapa yg menonjol dipermukaan yang lainnya kemungkinan masih terpendam, atau belum terasah.

Berhubung sudah dipaparkan teorinya, kalian semua jangan galau-galau lagi yah dalam mengembangkan kemampuan yang ada didiri kalian, jangan sibuk lagi mikirin kecerdasan orang lain, potensi orang lain, sampai kita lupa sama potensi yang kita punya. Buktikan bahwa kita bisa berprestasi dibidang lain! Ayoo…tancapkan tujuan yang jelas untuk masa depan kalian, gapai cita-cita kalian dengan potensi yang kalian miliki. Semoga tulisan ini membantu pikiran kalian menjadi semakin terbuka untuk mencapai cita-cita kalian. Salam sukses buat kalian semua anak-anakku yang shaleh dan shalehah, Insyaa Allah.




Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "APA POTENSIMU"

Posting Komentar